Tentang Proyek
Implementasi Context-Free Grammar (CFG) untuk Validasi Struktur Pantun Berbasis Web
Latar Belakang
Proyek ini dibangun sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Teori Bahasa dan Otomata. Tujuannya adalah menerapkan konsep Context-Free Grammar (CFG) secara nyata untuk memvalidasi struktur pantun — salah satu bentuk puisi lama dalam sastra Melayu/Indonesia yang memiliki aturan struktural baku (4 baris, 4–12 kata per baris, pola Sampiran-Isi).
Berbeda dengan pendekatan berbasis regular expression (regex) yang umum dipakai untuk validasi teks sederhana, proyek ini secara khusus mengimplementasikan Recursive Descent Parser (Top-Down Parser) yang menurunkan struktur pantun langkah demi langkah sesuai aturan produksi CFG — sehingga proses validasinya dapat ditelusuri dan dijelaskan secara formal, sesuai kaidah teori bahasa formal dan automata.
Metodologi
- Tokenisasi — Teks input dipecah menjadi baris, lalu setiap baris dipecah menjadi token kata (whitespace-based).
- Parsing Top-Down — Parser mencoba menurunkan token-token tersebut mulai dari simbol awal Pantun hingga ke simbol terminal Kata.
- Pemeriksaan Semantik — Selain struktur produksi, parser juga memeriksa batasan tambahan (jumlah baris = 4, jumlah kata per baris 4–12).
- Pelaporan — Hasil parsing (trace derivation) beserta status valid/invalid ditampilkan ke pengguna dan disimpan ke database.
Teknologi yang Digunakan
Informasi Akademik
- Mata Kuliah: Teori Bahasa dan Otomata
- Jenis Tugas: Proyek UAS
- Topik: Context-Free Grammar (CFG)
- Studi Kasus: Validasi Struktur Pantun
Potensi Pengembangan
- Validasi rima akhir (a-b-a-b) sebagai aturan tambahan.
- Deteksi keterkaitan makna Sampiran dan Isi (NLP lanjutan).
- Ekspor hasil validasi ke PDF/CSV.
- Dukungan multi-bahasa daerah.